Selasa, 30 Januari 2024

Teruntuk Ayah Dan Ibu

 Ayah, ibu bagaimana kabarmu? Aku rindu sekali, rasanya ingin berada di dekat kalian. Tapi aku malu mengutarakannya. Ada banyak hal yang ingin aku utarakan, tapi aku tidak sanggup untuk menyampaikan ini langsung ke ayah dan ibu. 

Bu, bolehkah aku sedikit mengeluh? Ujian hidup datang silih berganti, rasanya aku ingin kembali lagi ke masa kecil, dimana ujian terberat ku adalah tidur siang. 

Ibu, aku masih sering berkeluh kesah tentang semua hal, rasanya seperti tidak ada syukurnya. Dari yang sudah pernah aku dapatkan, banyak hal yang harus dipahami dan harus dilakukan. Satu hal yang aku tau bahwa hidup bukan hanya sekedar memcari kebahagiaan, kesenangan, banyak teman, banyak uang, bergelimang harta, tahta serta popularitas yang tinggi, namun hidup juga harus mempunyai tujuan. 

Ngomongin soal tujuan bu, sesungguhnya hidupku, ibadahku, dan matiku hanya untuk allah. Tidak ada yang pantas untuk aku miliki kecuali atas izinnya. Aku bersyukur atas semua nikmat kesehatan, rezeki, ilmu, ayah ibu, saudara, sahabat,yang aku miliki saat ini. Namun bu, aku sedikit takut. Aku takut tersesat hilang arah. Aku bahkan tidak tau nanti akan pulang kemana, sampai saat ini aku belum menemukan rumah. Rumah seperti yang ayah ibu bangun. 

Maaf bu jika aku sedikit egois, aku terlalu lama membiarkan ayah dan ibu menyimpan rindu. Aku terlalu egois, memaksa diriku untuk slalu menjadi wanita tangguh saat jauh darimu. Dan maaf bu jika aku tidak menelfonmu sesering kemarin. Tanpa aku bicara pun aku tau ibu dan ayah sudah mengerti. Aku kesal ketika mendengar ayah membeli mobil. Saat ibu bilang ayah tenang dan lega bisa dapetin mobil itu. Aku cemburu bu ketika mendengar itu, ketika bukan aku lagi yang menjadi ketenangan, yang diharapkan untuk segera pulang. Apakah ayah dan ibu sudah lupa memiliki aku ? Aku yang lebih berharga dari itu 😓

Bu, bolehkah berjanji dalam hal apapun untuk tidak meninggalkan aku sendiri disini ? aku takut bu, aku takut tidak ada lagi yang menyayangiku seperti ibu dan ayah, aku takut tidak ada lagi yang membelaku disaat semua orang menggangguku, aku takut tidak ada lagi yang mengerti tentang ingin ku, seperti ayah dan ibu yang selalu memahamiku. Aku takut tidak ada lagi yang setia dan sabar menasehati ku ketika aku salah. 

Bu, bolehkan aku minta waktu sedikit lebih lama untuk terus menjadi anak ayah ibu ? Aku masih ingin pulang dimana aku bisa bermain, bermalas malasan dirumah nonton kartun, aku masih ingin di masakin masakan kesukaanku, aku masih ingin menjadi anak ayah ibu yang slalu dimanja. 

Maafin aku bu, 

Aku sayang ayah ibu 🤍




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Teruntuk Ayah Dan Ibu

 Ayah, ibu bagaimana kabarmu? Aku rindu sekali, rasanya ingin berada di dekat kalian. Tapi aku malu mengutarakannya. Ada banyak hal yang ing...